Nama Ruben Onsu kembali ramai dibicarakan setelah muncul kabar soal anak-anaknya yang disebut takut dan enggan bertemu dengannya. Pernyataan tersebut tentu bukan hal ringan bagi Ruben sebagai seorang ayah.
Kabar itu kemudian mendapat respons dari kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang. Ia mengaku heran ketika mendengar adanya pernyataan bahwa anak-anak Ruben merasa takut untuk bertemu sang ayah.
Ruben Onsu Pertanyakan Alasan Anak Takut
Minola menyebut Ruben mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan yang beredar. Menurutnya, wajar jika Ruben mempertanyakan apa yang sebenarnya membuat anak-anak sampai memiliki sikap seperti itu.
“Ya bagaimanalah reaksi seorang ayah ketika mantan istrinya bilang bahwa anak-anak takut, enggan bertemu dengan kamu?” ujar Minola.
Pernyataan tersebut langsung membuat isu Ruben Onsu dan anak kembali menjadi sorotan. Apalagi, hubungan Ruben dengan anak-anaknya selama ini juga menjadi perhatian publik.
Kuasa Hukum Minta Bukti Psikologis

Bukan cuma soal perasaan anak, pihak Ruben juga mempertanyakan dasar dari klaim tersebut. Minola ingin mengetahui apakah kondisi anak memang sudah diperiksa secara psikologis.
Pertanyaan soal anak Ruben Onsu takut bertemu ayah pun mengarah pada siapa psikolog yang melakukan pemeriksaan dan seperti apa hasilnya.
“Psikolognya siapa? Buktinya mana?” kata Minola.
Pihak Ruben bahkan membuka kemungkinan adanya pemeriksaan dari psikolog independen. Langkah tersebut dinilai bisa memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi anak.
Hubungan Ruben dan Anak Jadi Sorotan
Persoalan Ruben Onsu dan Sarwendah memang belum benar-benar lepas dari perhatian publik. Terlebih, urusan anak menjadi salah satu bagian yang cukup sensitif dalam hubungan keduanya.
Sebelumnya, pihak Sarwendah menyebut anak-anak sudah beberapa kali diajak bertemu Ruben. Namun, disebut ada penolakan dari mereka.
Bagi pihak Ruben, kondisi anak seharusnya menjadi perhatian utama. Anak juga diharapkan tetap bisa melihat sosok ayah dan ibunya secara positif meski kedua orang tua sedang menghadapi persoalan masing-masing.
Kini, publik masih menunggu bagaimana kelanjutan persoalan tersebut, termasuk apakah akan ada pemeriksaan psikologis independen untuk memastikan kondisi anak sebenarnya.