Rebecca Klopper kembali buka suara soal kasus penyebaran konten pribadi yang sempat membuat namanya ramai diperbincangkan. Meski proses hukumnya sudah berjalan, aktris tersebut mengaku pengalaman itu masih menyisakan trauma.
Rebecca membicarakan hal tersebut saat datang ke Bareskrim Polri bersama pengacaranya, Sandy Arifin, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kedatangannya kali ini berkaitan dengan konsultasi persoalan hukum siber dan langkah perlindungan agar kejadian serupa tidak kembali menimpanya.
Rebecca Klopper Masih Trauma
Saat ditanya mengenai kondisi dirinya setelah melewati kasus tersebut, Rebecca menjawab cukup santai. Ia mengakui bahwa kejadian yang pernah dialaminya bukan sesuatu yang gampang dilupakan begitu saja.
“Ya gimana ya? Ya pasti traumalah, tapi ya udah dijalanin aja,” ujar Rebecca Klopper.
Pengakuan soal Rebecca Klopper masih trauma ini memperlihatkan bahwa persoalan tersebut ternyata masih membekas. Namun, Rebecca tampaknya tidak ingin terus larut dalam kejadian lama dan memilih melanjutkan hidup seperti biasa.
Baca juga: Rebecca Klopper Pilih Ikhlas, Pelaku Video Syur Divonis 3 Tahun
Sudah Menerima Hasil Hukum

Rebecca juga menyinggung hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku penyebaran konten pribadi tersebut. Pelaku sebelumnya divonis tiga tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Bagi Rebecca, proses hukum yang sudah berlangsung merupakan bagian dari perjuangan yang telah dilewati. Ia pun berusaha menerima hasil akhirnya.
“Semua itu semua juga atas hasil yang terbaik. Udah diusahakan,” kata Rebecca.
Kini, perhatian Rebecca lebih diarahkan pada kehidupan dan pekerjaannya ke depan.
Berharap Bisa Jadi Lebih Baik
Rebecca tidak ingin pengalaman pahit tersebut hanya menjadi cerita buruk dalam hidupnya. Ia berharap semua yang sudah terjadi bisa menjadi pelajaran untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Ya, manusia cuma bisa berencana ya, Kak, ya. Semoga bisa jadi orang yang lebih baik lagi ke depannya,” tuturnya.
Sementara itu, Sandy Arifin menyebut Rebecca mulai kembali menerima aktivitas di dunia hiburan. Sejumlah pekerjaan dan kontrak baru disebut mulai datang.
Karena itu, pembahasan soal keamanan digital dan UU ITE menjadi salah satu hal yang ikut diperhatikan. Rebecca sepertinya ingin lebih berhati-hati sembari kembali fokus mengejar kesibukan di industri hiburan.
Bukan perkara mudah untuk melupakan pengalaman seperti ini. Tapi Rebecca kini memilih melihat ke depan dan berharap kehidupannya bisa berjalan jauh lebih baik.