Nama Inara Rusli dan Wardatina Mawa kembali jadi bahan perbincangan. Kali ini, bukan karena pernyataan panas atau kabar perseteruan baru, melainkan gara-gara aksi saling kirim makanan yang cukup mencuri perhatian. Dari cokelat sampai rendang, ada cerita kecil di balik hubungan dua perempuan yang selama ini dikaitkan dengan persoalan yang ramai dibicarakan.
Inara mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima kiriman cokelat dari Wardatina Mawa. Ia kemudian membalasnya dengan mengirimkan dimsum. Tak berhenti di situ, Mawa kembali mengirim kerupuk Bangka, yang dibalas Inara dengan rendang.
Berawal dari Cokelat, Berlanjut sampai Rendang

Cerita tersebut disampaikan Inara saat ditemui di Polda Metro Jaya. Ia menceritakan pertukaran makanan itu dengan nada santai.
“Kayak kemarin dikirimin cokelat, terus saya kirim balik dimsum, dan alhamdulillah beliau suka, dihabiskan. Kemudian kirim lagi kerupuk Bangka ke saya, saya kirim lagi eh rendang kemarin,” ungkap Inara.
Buat sebagian orang, saling bertukar makanan mungkin hal biasa. Namun, ketika yang melakukannya adalah Inara Rusli dan Wardatina Mawa, gestur sederhana itu langsung memancing rasa penasaran. Apalagi, hubungan keduanya selama ini tak lepas dari persoalan yang menjadi konsumsi publik.
Ada Afnan di Balik Pengiriman Makanan
Jangan buru-buru menganggap keduanya sudah kembali akrab. Inara menjelaskan bahwa komunikasi mereka belum berlangsung secara langsung. Pengiriman makanan tersebut dibantu oleh Afnan, putra Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi.
Artinya, cerita saling kirim makanan ini belum bisa dijadikan bukti bahwa hubungan mereka sudah sepenuhnya pulih. Belum ada kepastian bahwa keduanya telah duduk bersama atau membicarakan persoalan yang sebelumnya mencuat.
Inara juga menyebut bahwa pemberian makanan itu bukan bagian dari rencana khusus. Baginya, membalas pemberian merupakan bentuk silaturahmi dan sikap saling menghargai.
Inara Rusli
Benarkah Inara Rusli dan Wardatina Mawa Mulai Berdamai?
Wajar kalau muncul pertanyaan soal kemungkinan hubungan mereka membaik. Namun, ada perbedaan antara menjaga sikap baik dan benar-benar menyelesaikan konflik.
Nama Inara Rusli, Wardatina Mawa, dan Insanul Fahmi sebelumnya ramai dikaitkan dengan persoalan dugaan perzinaan yang menjadi ranah hukum. Dugaan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai perkara yang harus mengikuti proses hukum, bukan dianggap terbukti hanya karena kabar yang beredar.
Untuk sekarang, aksi saling mengirim makanan menjadi cerita tersendiri di tengah situasi yang belum sepenuhnya jelas. Apakah ini awal dari hubungan yang lebih baik, atau sekadar bentuk sopan santun antarsesama? Belum ada jawaban pasti.
Yang jelas, cokelat, dimsum, kerupuk Bangka, dan rendang itu sukses membuat orang kembali membicarakan hubungan keduanya.

